Dominoqq dan Hukuman Bagi Bandar dan Pemainnya

Perjudian online seperti dominoqq adalah sesuatu yang sangat sulit diberantas di Indonesia. Mengapa demikian? Karena aktivitas ilegal ini terjadi dengan sangat terselubung namun berjejaring dengan kuat karena adanya pihak-pihak bermodal besar yang menaunginya. Bahkan situs-situs perjudian online di Indonesia sudah menggunakan server dari negara lain sehingga sulit diblokir oleh Kominfo.

 

Di dalam situs resminya, Kominfo mencantumkan data statistik jumlah aduan perjudian pada bulan Maret 2020 saja sudah mencapai 8.123 dan total keseluruhannya mencapai 194.170 kasus. Itu hanya beberapa saja yang terlapor. Banyak kasus perjudian lainnya yang masih terselubung dan belum tercatat. Ini menandakan betapa besar masyarakat Indonesia yang terlibat dalam perjudian.

 

Tentang Dominoqq

Merupakan permainan judi kartu yang ditemukan di Indonesia dan sangat populer, bahkan terkenal hingga industri perjudian global. Media yang digunakan dalam permainan ini adalah kartu domino, sedangkan permainannya sendiri merupakan gabungan dari poker dan domino. Seorang pemain dinyatakan menang apabila berhasil membuat kombinasi kartu yang bernilai tertinggi dibandingkan lawannya.

 

Perjudian Online sebagai Kejahatan Siber

Lalu mengapa permainan kartus seperti ini bisa sangat berbahaya dan dikategorikan ke dalam cyber crime atau kejahatan siber? Ada banyak alasan dari pertanyaan ini. Diantaranya adalah karena perjudian online seperti ini melibatkan uang taruhan, dengan menjanjikan reward dari kemenangan yang sangat tidak pasti. Bahkan peluangnya untuk kalah lebih besar daripada peluang menangnya.

 

Perjudian online bisa sangat merugikan pemainnya, terutama jika pemainnya adalah mereka yang memiliki pendidikan dan ekonomi yang kurang. Dengan bertaruh dan mengandalkan keberuntungan, pemain bisa kehilangan banyak sekali uang dan justru kian terseret dalam kemiskinan. Selain itu, bandar perjudian online juga bisa dengan mudah melakukan penipuan berupa hacking atau pemrograman game yang dimanipulasi.

 

Dalam hal ini pemerintah harus semakin tegas dalam menindak hukum siapapun yang terlibat dengan aktivitas perjudian online. Dibutuhkan kerjasama berbagai pihak untuk bisa memberantas aktivitas perjudian ini, termasuk Kementrian Luar Negeri, Imigrasi, Bea Cukai, PPATK, bahkan polisi ASEAN. Sebab perjudian online kini sudah memiliki jejararing lintas negara.

 

Pasal-Pasal yang Mengatur Perjudian Online

Undang-undang yang mengatur perjudian online dengan jelas adalah UU ITE atau Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tak hanya mengatur kasus kasus pencemaran nama baik atau hoax, di dalamnya juga terdapat pasal 27 ayat 2 yang menjelaskan tentang pelanggaran apabila seseorang yang dengan sengaja mendistribusikan atau membuka akses perjudian.

 

Adapun hukuman yang dijatuhkan kepada seorang pemain, bandar atau agen, dan semua orang yang terlibat dalam praktik judi berdasarkan UU ITE adalah hukuman pidana penjara paling lama enam tahun dan denda sebanyak satu miliar. Dalam hal ini, termasuk juga adalah permainan dominoqq.

 

Ancaman Pasal Berlapis

Faktanya, perjudian adalah sesuatu yang kriminogen. Artinya, seseorang yang sudah sampai pada tahap kecanduan akut, biasanya akan memiliki kontrol emosi yang rendah dan terdorong untuk melakukan kejahatan lain. Seseorang tersebut pun bisa dijatuhi hukuman dari pasal berlapis sesuai dengan tindak kejahatan yang dilakukan.

 

Banyak sekali bentuk kejahatan yang bisa jadi berakar dari kebiasaan berjudi. Seperti misalnya, kekerasan. Baik kekerasan terhadap pasangan, kekerasan pada anak, atau orang-orang lain yang terlibat dengan seorang pejudi dominoqq. Sementara bentuk kekerasannya bisa bermacam-macam, berupa fisik, mental, maupun finansial.

 

Tekanan mental si pejudi yang bisa datang dari berbagai arah, seperti terlilit hutang, khawatir kalah taruhan, takut kalau-kalau ditangkap polisi, atau merasa dikejar-kejar oleh pihak lain yang merasa dirugikan, bisa membuatnya membuatnya gelap mata dan melakukan kekerasan. 

 

Dalam pasal 351 KUHP tertulis bahwa pelaku bisa dipidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan. Penganiayaan yang menyebabkan luka berat akan diancam penjara hingga mencapai lima tahun. Dan jika sampai menyebabkan kematian, pidana yang dijatuhkan adalah tujuh tahun penjara.

 

Kejahatan lain yang sering bersinggungan dengan perjudian dominoqq adalah money laundering, atau upaya menghilangkan jejak dari tindak kriminal korupsi. Hal ini dilakukan sering dilakukan oleh para koruptor agar perbuatannya tidak terlacak oleh pihak berwajib. Seorang koruptor bisa saja menginvestasikan miliaran rupiah ke dalam platform perjudian dan menjadi pemain maupun bandar di dalamnya.

 

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 yang mengatur tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, menyebutkan bahwa seseorang yang melakukan tindak kriminal money laundering ini akan dihukum penjara paling lama 20 tahun dan denda sebesar 10 miliar rupiah.

 

Selain itu, seseorang yang memiliki kecanduan pada suatu hal, biasanya akan terdorong untuk memiliki kecanduan yang lain. Sangat dimungkinkan orang yang terlibat dalam transaksi perjudian yang gelap juga terpengaruh obat-obatan terlarang. Undang-undang tentang narkoba kemudian menjelaskan pidana penjara yang bisa menjerat seorang pelaku pengonsumsi narkoba, berdasarkan golongannya. 

 

Seseorang yang mengonsumsi narkoba akan dikenakan masa tahanan paling singkat yang bisa menjerat pelaku adalah 4 tahun dan paling lama 12 tahun, untuk narkotika golongan I, serta paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun untuk golongan II. Namun jika terlibat sebagai bandar, tentu hukumannya akan jauh lebih berat, dari seumur hidup hingga hukuman mati.

Demikian tadi adalah penjelasan mengenai dominoqq dan hukuman bagi bandar sebagai penyedia maupun pemainnya. Bisa disimpulkan bahwa permainan ini sangatlah berbahaya dan bisa menjadi akar dari tindak kriminal lainnya yang lebih berat. Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda dan bisa menghindarkan dari bahaya-bahaya perjudian.