Pelarangan Judi Terhalang Warisan Budaya dan Faktor Ekonomi

Bandarqq – Judi merupakan perbuatan turun temurun yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Tak dapat dipungkiri bahwa aktivitas judi yang saat ini masih berkembang merupakan salah satu warisan budaya yang cukup sulit dihilangkan. Terlebih jika masyarakat masih merasa perjudian tersebut tidak memberikan pengaruh bagi kehidupannya.

Bahkan akhir-akhir ini tindakan dan aktivitas perjudian dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Sehingga, untuk memainkannya mereka cukup mengandalkan ponsel dan juga internet. Namun, dalam permainannya masih tetap menggunakan cara bermain seperti perjudian pada umumnya.

Pelarangan judi saat ini memiliki kendala tersendiri dimana tidak semua orang mematuhi larangan tersebut. Hal tersebut dipengaruhi oleh faktor genetika dimana hal ini sudah menjadi kebiasaan di tengah masyarakat. Sehingga, untuk penerapan pekarangan tersebut akan cukup sulit. Mereka lebih memilih pola hidup hedonisme.

Hedonisme merupakan pola hidup yang mengarah pada perjudian dimana seseorang mengandalkan cara instan untuk mendapatkan uang. Pola hidup tersebut bahkan sudah ada sejak Indonesia belum merdeka. Hal tersebut dibawa langsung dan disebarkan oleh para penjajah dari Tionghoa.

Bahkan mereka membuat rumah judi khusus untuk melakukan perjudian yang mereka gemari. Salah satu jenis judi yang biasa mereka lakukan ialah judi sabung ayam. Judi ini hingga saat ini masih saja banyak dilakukan. Sehingga, jenis judi ini sulit untuk dihilangkan secara menyeluruh. Pelarangan judi pun hanya berlaku untuk aktivitas yang sedang diberantas saja.

Selebihnya, pemberantasan aktivitas di tempat lain akan lebih sulit. Sebab, mereka masih merasa bahwa aktivitas judi tersebut tidak merugikan karena sejak zaman dahulu judi tersebut juga sudah dilakukan. Mereka kurang memahami faktanya bahwa perjudian memberikan dampak negatif yang cukup besar.

Akan tetapi, mereka tidak mengetahui dan tidak menghiraukannya. Itulah mengapa perjudian cukup sulit diberantas diseluruh negara. Pelarangan judi tidak cukup membuat mereka merasa bahwa judi bandarqq tersebut bukan perilaku yang sehat. Ditambah lagi jika tidak ada kesadaran dan niat untuk meninggalkan judi maka hal tersebut juga akan lebih sulit teralisasi.

Walaupun permainan judi yang dilakukan rata-rata merupakan permainan yang biasa dilakukan, namun dengan sistem yang salah maka permainan tersebut tergolong sebagai judi. Misalnya permainan dadu, sabung ayam dan sejenisnya diiringi oleh adanya taruhan sebagai salah, satu unsur judi yang paling nyata.

Padahal permainan adu dadu sebenarnya banyak dengan mudah kita temukan. Namun, dadu semakin identik dengan perjudian karena selalu diiringi dengan taruhan. Padahal jika budaya taruhan tidak digunakan, maka permainan dadu tidak akan identik dengan perjudian. Sehingga, pelarangan judi bisa lebih mudah dilakukan.

Untuk itu, para orang tua dan para tokoh masyarakat memiliki peran yang sangat penting untuk memberi edukasi bahwa setiap permainan yang mengarah terhadap perjudian harus dijauhi. Misalnya taruhan, undian dan permainan dadu. Dengan begitu, mereka tidak akan terbiasa dengan permainan tersebut.

Jika mereka terbiasa dengan jenis permainan tersebut, maka lama kelamaan mereka akan mencoba untuk memainkan permainan sejenisnya lainnya yang lebih mengarah kepada perjudian. Dengan mengarahkan mulai dari hal kecil tersebut, maka pelarangan judi bisa lebih efektif dan lebih mudah diterima.

Pentingnya pemberian edukasi sejak dini akan mampu mematahkan kebiasaan permainan bahkan perjudian yang sudah ada sejak zaman dahulu. Jika dicontohkan langsung dengan menghindari perbuatan yang mengarah pada perjudian juga akan cukup membantu. Sebab, perjudian ini sudah menjadi sebuah budaya yang sulit dihilangkan.

Bahkan di beberapa negara, perjudian menjadi sumber perekonomian di negaranya. Pelarangan judi tidak begitu diberlakukan di negara tersebut. Akibatnya, muncullah perbuatan lain seperti legalnya minuman keras, prostitusi dan hal lainnya yng selalu mengiringi perbuatan judi. Jika dikaji lebih dalam lagi maka mereka akan mendapat kerugian sebenarnya yang sangat berlipat ganda.

Dari sanalah awal mula banyaknya masyarakat yang cenderung mendapatkan uang dengan cara berjudi. Hal ini juga berlaku di Indonesia. Banyak mereka yang mencari uang dengan cara berjudi. Mereka bahkan mengorbankan harta atau pendapatan mereka agar bisa dijadikan taruhan dalam permainan judi tersebut.

Negara yang melegalkan perjudian biasanya di dominasi oleh pemahaman yang dangkal mengenai perjudian. Padahal perjudian sudah sangat jelas memberikan dampak yang negatif terhadap kehidupan masyarakat. Mereka hanya melihat dari sisi keuntungannya saja tanpa melihat potensi kerugian yang bisa didapatkan.

Kerugian yang paling menonjol ialah kerugian secara moral dan mental. Jika tidak ada pelarangan judi, maka kerugian tersebut akan terus menerus ada dan dirasakan oleh masyarakat. Masih banyak jalan dan cara lain yang dapat dilakukan untuk mendapatkan uang dan penghasilan. Bukan dengan cara yang dilarang oleh hukum dan juga agama.

Perjudian tidak dapat diberantas dengan mudah jika tidak adanya penindakan secara menyeluruh mulai dari akarnya. Budaya dan kebiasaan yang mengarah pada perjudian bisa, dimasukkan kedalam poin aturan pelarangan untuk perjudian. Dengan begitu, perlahan judi bisa diberantas dengan menyeluruh.

Walaupun judi seolah menjadi warisan budaya, namun masyarakat memiliki peran yang sangat penting untuk tidak ikut serta mengembangkan dan meneruskan perbuatan tersebut. Agama dan negara sudah jelas melarang perbuatan tersebut. Tujuannya bukan untuk keuntungan beberapa pihak saja, namun seluruh masyarakat dapat merasakan kesejahteraan tersebut.

Untuk itu, perlu kesadaran dari semua sektor dan anggota masyarakat untuk ikut serta mematuhi dan mempertegas pelarangan judi. Jika pemberantasan judi hanya diserahkan kepada beberapa pihak saja, maka perjudian ini akan lebih sulit dilakukan tanpa adanya dukungan dari semua masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *