jackpot168 – Judi merupakan hal yang telah sangat familiar di masyarakat Indonesia. Mulai dari budaya hingga dijadikan sebagai mata pencaharian utama, judi hampir menjadi bagian dari keseharian sebagian masyarakat Indonesia. Judi bahkan dijadikan lagu, puisi dan karya-karya lainnya yang berisi pesan-pesan mengenai judi dan mengapa kita harus menjauhinya.

Fakta judi dan judi online

 Lalu bagaimana dengan judi konvensional dan hukum judi online menurut islam? Mari kita cari tahu fakta tentang judi satu persatu di sini.

1. Definisi judi. 

Pada KBBI atau kamus Besar Bahasa Indonesia, judi diartikan sebagai permainan yang menggunakan uang atau juga barang berharga yang dijadikan sebagai taruhan, contohnya bermain dengan kartu. Berjudi yang kita kenal adalah pertaruhan sejumlah barang berharga atau uang dalam permainan menebak berdasarkan kebetulan yang bertujuan mendapatkan uang atau barang berharga jackpot168 yang jumlah dan harganya lebih besar dari jumlah semula.

2. Judi di Arab

Dalam bahasa Arab, Judi disebut “maysir” yang diambil dari kata “yusr” yang mempunyai arti mudah.  Penamaan in dikarenakan orang yang melakukannya kan memperoleh harta atau barang berharga dengan mudah dan juga sebaliknya, dapat kehilangan harta atau barang tersebut dengan mudah. Pada jaman dahulu di masa jahiliyah, orang bermain taruhan dengan menggunakan onta yang nantinya akan dipotong dan dibagi sesuai dengan kemenangan. Dari peristiwa ini maka maysir juga diartikan sebagai pemotongan serta pembagian. 

3. Judi dan judi online menurut hukum 

Di dalam pasal 303 ayat 3 KUHP judi diartikan sebagai setiap permainan yang mendasarkan harapan untuk, bergantung kepada prinsip untung-untungan  dan pengharapan tersebut akan semakin besar siring keahlian dan keahlian pemain yang bertambah. Disini termasuk juga merupakan judi adalah pertaruhan terhadap keputusan suatu perlombaan yang diadakan selain oleh peserta lomba tersebut.  Pasal 1 UU nomor 7 tahun 1974 menyatakan bahwa semua tindak perjudian adalah merupakan tindak pidana pelakunya akan di kenakan pasal hukuman. 

Lalu bagaimana dengan judi online? Judi online atau perjudian yang dilakukan online merupakan tindak pidana siber atau cybercrime yang diatur dalam undang-undang ITE pasal 27 ayat 2. Hukuman yang akan didapatkan pihak yang melanggarundang-undang ini adalah pidana kurungan dan atau denda hingga sebanyak 1 milyar rupiah.

Cybecrime adalah semua tindak pidana yang menggunakan jaringan komputer atau tindakan kriminal dengan menyalahgunakan teknologi dalam pelaksanaannya. Jaringan komputer dalam  cybercrime dapat digunakan sebagai alat, tempat melakukan, tempat terjadinya ataupun tempat sasaran tindak kejahatan.

4. Model judi online

Secara umum judi online adalah mengikuti model tipikal seperti mencoba peruntungan dengan cara mengikuti instruksi yang diberikan pada situs judi online tersebut. Jenis perjudian online sangatlah beragam mulai dari hanya memainkan tipe sederhana dimana anda harus memainkan tombol hingga permainan yang melibatkan kalkulasi matang dengan berbagai macam strategi. Judi online kini makin marak karena mudahnya menciptakan sarana judi dengan sarana internet dan betapa bebasnya penggunaan internet oleh hampir semua kalangan.

5. Judi online menurut Islam

Jika dilihat dari sudut pandang islam judi atau maysir merupakan sesuatu yang haram. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWt dalam surat Al-Maidah pada ayat 90 yang intinya adalah beberapa perbuatan seperti judi, mengundi nasib, arak dan juga berhala merupakan perbuatan syaitan dan harus dijauhi agar mendapatkan keberuntungan. Ayat tersebut juga menyebutkan bahwa perbuatan tersebut akan menimbulkan kebencian dan juga permusuhan dan akan menghalangi dari mengingat Allah. 

Surat Al-Baqarah ayat 219 juga menyebutkan tentang judi dan khamar bahwa perbuatan tersebut memanglah mengandung manfaat namun dosa nya lebih besar dari manfaatnya. Dari ayat-ayat tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa judi merupakan hal yang dilarang karena berdosa dan akan menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara sesama. 

Dilihat dari segi hukum pidana maupun hukum  islam, judi konvensional maupun judi online dan segala sesuatu dengan unsur pertaruhan adalah dilarang dan haram. Hal ini jelas karena kerugian atau mudhorot yang ditimbulkan jauh lebih besar dari keuntungan atau manfaat bagi para pelakunya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *